Apa itu Ondo (ONDO)

Oleh CMC AI
21 April 2026 08:49PM (UTC+0)
TLDR

Ondo (ONDO) adalah proyek keuangan terdesentralisasi yang menghubungkan keuangan tradisional dengan blockchain dengan cara men-tokenisasi aset-aset kelas institusional seperti Surat Utang Negara AS dan saham.

  1. Tujuan Utama: Ondo bertujuan untuk mendemokratisasi akses ke produk keuangan tradisional dengan membawanya ke blockchain sebagai aset dunia nyata yang di-tokenisasi (real-world assets/RWAs).

  2. Token Tata Kelola: Token ONDO digunakan untuk mengatur Ondo DAO dan protokol utamanya, Flux Finance.

  3. Infrastruktur Institusional: Ondo menjalankan blockchain sendiri, Ondo Chain, yang dirancang khusus untuk tokenisasi aset kelas institusional yang sesuai dengan regulasi.

Penjelasan Mendalam

1. Tujuan & Nilai Tambah

Ondo Finance hadir untuk menjembatani kesenjangan antara keuangan tradisional (TradFi) dan keuangan terdesentralisasi (DeFi). Misi utamanya adalah mendemokratisasi akses ke layanan keuangan kelas institusional dengan men-tokenisasi aset dunia nyata (RWAs). Proses ini melibatkan pembuatan token digital di blockchain yang mewakili kepemilikan atas aset seperti obligasi Surat Utang Negara AS, saham, dan ETF (CoinMarketCap). Dengan cara ini, Ondo memungkinkan perdagangan global 24/7 dan kepemilikan fraksional atas instrumen yang biasanya eksklusif, sehingga meningkatkan efisiensi pasar dan aksesibilitas.

2. Tokenomik & Tata Kelola

Token ONDO adalah tulang punggung tata kelola ekosistem ini. Pemegang token menggunakan ONDO untuk memberikan suara pada proposal dalam Ondo Decentralized Autonomous Organization (DAO), yang mengawasi komponen penting seperti Flux Finance—protokol pinjam-meminjam (CoinMarketCap). Struktur ini dirancang agar pengambilan keputusan selaras dengan kepentingan komunitas. Total pasokan token ONDO adalah 10 miliar, dengan sebagian besar dialokasikan untuk pertumbuhan ekosistem dan pengembangan protokol, yang tunduk pada jadwal vesting selama beberapa tahun.

3. Teknologi & Arsitektur

Untuk mendukung fokus institusionalnya, Ondo mengembangkan blockchain layer-1 sendiri, yaitu Ondo Chain. Diluncurkan pada Februari 2025, jaringan ini bersifat permissioned, menggunakan validator yang berwenang (biasanya institusi keuangan yang diatur) untuk memastikan kepatuhan dan keamanan tokenisasi aset. Arsitektur ini dirancang khusus untuk tokenisasi aset dunia nyata, dengan fitur omnichain bridging dan oracle terintegrasi untuk data yang dapat diandalkan. Ekosistem Ondo juga meluas ke blockchain besar seperti Ethereum, Solana, dan BNB Chain untuk memaksimalkan likuiditas dan jangkauan.

Kesimpulan

Ondo pada dasarnya adalah proyek infrastruktur kelas institusional yang men-tokenisasi aset keuangan tradisional agar dapat diakses melalui blockchain. Seiring pertumbuhan sektor RWA, apakah model tata kelola dan teknologi yang patuh regulasi ini cukup untuk mengambil posisi terdepan dalam konvergensi TradFi dan DeFi?

CMC AI can make mistakes. Not financial advice.