Apa itu Stable (STABLE)

Oleh CMC AI
10 June 2026 09:03PM (UTC+0)
TLDR

Stable (STABLE) adalah blockchain Layer 1 khusus, yang sering disebut sebagai "Stablechain," dirancang dari awal untuk menjadi lapisan penyelesaian terbaik bagi stablecoin USDT dan aplikasi keuangan lainnya.

  1. Desain Native USDT: Stable menggunakan USDT sebagai token gas native, sehingga biaya transaksi menjadi stabil dan dapat diprediksi, sekaligus memudahkan pengalaman pengguna.

  2. Model Dual-Token: Keamanan jaringan dan tata kelola dikelola oleh token STABLE, sementara semua biaya transaksi dan penyelesaian dilakukan menggunakan USDT.

  3. Fokus Infrastruktur Keuangan: Rantai ini dioptimalkan untuk pembayaran berkecepatan tinggi dengan biaya rendah, penyelesaian institusional, dan kasus penggunaan keuangan dunia nyata.

Penjelasan Mendalam

1. Tujuan & Nilai Tambah

Stable bertujuan mengatasi masalah utama dalam pembayaran blockchain, yaitu volatilitas biaya transaksi. Di banyak jaringan lain, pengguna harus menyimpan dan membayar biaya gas dengan token native yang harganya fluktuatif (seperti ETH atau SOL), sehingga menyulitkan perencanaan anggaran untuk transaksi sehari-hari. Inovasi utama Stable adalah menjadikan USDT—stablecoin terbesar di dunia—sebagai mata uang native untuk biaya dan penyelesaian transaksi. Hal ini menciptakan lingkungan biaya yang dapat diprediksi, sangat cocok untuk pembayaran konsumen, pengiriman uang lintas negara, dan operasi keuangan skala besar (CoinGecko). Misi proyek ini adalah menyediakan jalur pembayaran yang cepat, andal, dan khusus untuk stablecoin.

2. Teknologi & Arsitektur

Stable adalah blockchain yang kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM), sehingga pengembang dapat dengan mudah memindahkan aplikasi dan smart contract berbasis Ethereum ke jaringan ini. Stable menggunakan mekanisme konsensus bernama StableBFT, sebuah sistem Delegated Proof-of-Stake (DPoS) yang disesuaikan berdasarkan CometBFT, dirancang untuk finalitas transaksi dalam hitungan detik dan throughput tinggi. Arsitektur ini mengutamakan keandalan dan ruang blok yang deterministik, cocok untuk institusi yang membutuhkan jaminan eksekusi transaksi. Desain jaringannya memisahkan medium pertukaran (USDT) dari mekanisme pengamanan jaringan (staking token STABLE).

3. Tokenomik & Tata Kelola

Ekosistem ini menggunakan model dual-token yang jelas. Token STABLE tidak digunakan untuk biaya gas; melainkan berfungsi sebagai lapisan koordinasi dan keamanan jaringan. Pemegang token dapat melakukan staking STABLE untuk menjadi validator atau mendelegasikan tokennya, dan mendapatkan imbalan atas kontribusinya dalam mengamankan jaringan. Token ini juga memberikan hak tata kelola, memungkinkan pemegang suara untuk menentukan pembaruan protokol dan alokasi dana treasury. Semua aktivitas ekonomi di jaringan—biaya transaksi, pembayaran, dan penyelesaian—dilakukan menggunakan USDT, sehingga utilitas jaringan selaras langsung dengan likuiditas dan adopsi stablecoin tersebut (Stable).

Kesimpulan

Stable adalah proyek infrastruktur keuangan yang dirancang khusus dengan memanfaatkan dominasi USDT untuk menciptakan blockchain yang efisien dan dapat diandalkan dalam transaksi dolar yang cepat dan terprediksi. Keberhasilannya bergantung pada kemampuan menarik pengembang dan institusi ke dalam ekosistem khusus ini. Akankah model native USDT ini menjadi standar utama untuk keuangan on-chain?

CMC AI can make mistakes. Not financial advice.