Apa itu Ethereum Classic (ETC)

Oleh CMC AI
12 June 2026 08:43PM (UTC+0)
TLDR

Ethereum Classic (ETC) adalah blockchain Ethereum asli yang tidak mengalami perubahan, yang terus beroperasi sebagai platform kontrak pintar dengan mekanisme proof-of-work. ETC dikenal karena komitmennya yang kuat terhadap prinsip ketidakberubahan data (immutability) dan filosofi bahwa "Code is Law" (Kode adalah Hukum).

  1. Filosofi Rantai Asli – ETC adalah rantai Ethereum yang dipertahankan sejak pemisahan akibat peretasan DAO pada 2016, dengan prioritas pada ketidakberubahan transaksi tanpa pembalikan.

  2. Proof-of-Work & Pasokan Tetap – ETC mengamankan jaringannya melalui penambangan ala Bitcoin dan memiliki batas maksimal pasokan sebanyak 210,7 juta koin.

  3. Dasar yang Dapat Diprogram dan Aman – ETC menggabungkan fungsi kontrak pintar dengan lapisan dasar yang sangat aman dan terdesentralisasi untuk aplikasi.

Penjelasan Mendalam

1. Asal Usul dan Filosofi Inti

Ethereum Classic adalah blockchain Ethereum asli yang diluncurkan pada Juli 2015 (CoinMarketCap). Momen pentingnya terjadi pada 2016 setelah peretasan DAO, di mana penyerang mencuri 3,6 juta ETH. Komunitas terpecah antara yang ingin membatalkan peretasan tersebut dan yang ingin mempertahankan transaksi asli. Mayoritas memilih untuk membuat cabang baru yang kini dikenal sebagai Ethereum (ETH), sementara minoritas mempertahankan rantai asli dan menamainya Ethereum Classic. Kelompok ini memegang teguh filosofi konservatif bahwa transaksi blockchain harus tidak dapat diubah—setelah dikonfirmasi, tidak bisa dibatalkan, yang mencerminkan prinsip "Code is Law." Keyakinan ini menjadikan ETC sebagai blockchain yang berfungsi sebagai catatan permanen, menarik bagi mereka yang mengutamakan resistensi terhadap sensor dan aturan yang dapat diprediksi.

2. Teknologi dan Tokenomik

Secara teknis, ETC adalah blockchain proof-of-work (PoW), berbeda dengan Ethereum yang telah beralih ke proof-of-stake. Para penambang menggunakan energi komputasi untuk mengamankan jaringan, yang menurut komunitas ETC memberikan desentralisasi dan keamanan yang lebih kuat terhadap pengambilalihan jaringan. ETC menjalankan Ethereum Virtual Machine (EVM), sehingga sepenuhnya kompatibel dengan kontrak pintar dan alat pengembang Ethereum. Tokenomiknya mirip dengan Bitcoin yang mengedepankan kelangkaan: ETC memiliki pasokan maksimum tetap sebanyak 210.700.000 koin (Ethereum Classic), dengan pengurangan hadiah blok secara berkala. Desain ini menjadikan ETC sebagai "emas digital yang dapat diprogram"—aset langka yang juga mendukung aplikasi terdesentralisasi.

3. Nilai Unik yang Ditawarkan

Keunggulan utama Ethereum Classic adalah kombinasi model keamanan Bitcoin dengan kemampuan pemrograman Ethereum. ETC adalah blockchain proof-of-work terbesar yang secara native mendukung kontrak pintar. Hal ini menjadikannya lapisan dasar yang unik untuk aplikasi yang membutuhkan tingkat keamanan dan ketahanan tertinggi, seperti pencatatan waktu (timestamping), penyelesaian transaksi bernilai tinggi, atau logika DeFi yang tidak dapat diubah. Meskipun ekosistemnya lebih kecil dibandingkan Ethereum, komunitas ETC melihatnya sebagai fondasi netral yang tidak dapat dikompromikan, di mana aplikasi dapat berjalan dengan tingkat kepercayaan yang sangat minim, bebas dari risiko intervensi protokol.

Kesimpulan

Ethereum Classic pada dasarnya adalah pelestarian nilai-nilai asli blockchain—sebuah komputer dunia yang terdesentralisasi, tidak dapat diubah, dan tanpa izin, yang diamankan oleh mekanisme proof-of-work. Apakah komitmen kuat ETC terhadap prinsip-prinsip ini akan menarik para pengembang yang mencari keamanan dan kepastian tertinggi untuk aplikasi mereka?

CMC AI can make mistakes. Not financial advice.